Rancang situs seperti ini dengan WordPress.com
Ayo mulai

Ibrani 1:1-2a

  1. Teks Asli 

Hebrews 1:1 Πολυμερῶς καὶ πολυτρόπως πάλαι ὁ θεὸς λαλήσας τοῖς πατράσιν ἐν τοῖς προφήταις

Hebrews 1:2 ἐπ᾽ ἐσχάτου τῶν ἡμερῶν τούτων ἐλάλησεν ἡμῖν ἐν υἱῷ, ὃν ἔθηκεν κληρονόμον πάντων, δι᾽ οὗ καὶ ἐποίησεν τοὺς αἰῶνας· 

  1. Syntactic Form Asli 

Teks dan Syntactic Form (teks asli Yunani yang dijabarkan dalam bentuk subjek

dan predikat) 

  1. Terjemahan literal 
  • Allah berbicara kepada Kita di dalam Sang Anak pada akhir zaman ini.
  • Dia berbicara kepada para Bapa (leluhur) melalui Nabi dengan berbagai cara dan waktu pada masa lampau.
  1.  Syntactic content

Allah (Subjek) berbicara (predicate) kepada kita (objek tidak langsung)

pada akhir zaman ini = Adverbial  

Didalam anaknya = Adverbial (kata kerja)

Berbicara kepada para bapa atau leluhur = objek 

  • Melalui berbagai waktu 
  • Dan berbagai cara = keterangan 
  • Pada zaman dulu 
  • Melalui Nabi = adeverbial 
  1. Konteks Historis 

Penulis surat ini tidak disebutkan. Berbagai usulan diajukan, di antaranya Paulus, Apolos, Barnabas, dan Lukas. Tetapi kita tidak mempunyai cukup informasi untuk memastikan siapakah penulisnya. Kepada siapa surat ini ditujukan juga tidak diketahui. Walaupun judulnya menunjukkan bahwa surat ini ditujukan kepada orang orang Kristen dari kaum Yahudi, kita tidak mengetahui apakah judul ini asli atau tidak. Penerima surat ini mungkin orang-orang Kristen di Roma (13:24 menyiratkan bahwa jemaat yang datang dari Italia sekarang menyampaikan salam mereka kepada jemaat di sana). Surat ini dimaksudkan sebagai dorongan bagi sebuah komunitas
jemaat (13:22). Mereka menghadapi penganiayaan hebat dalam babakan awal perjalanan iman mereka (10:32-34), dan tampaknya penganiayaan itu masih terus berlanjut, atau malah bertambah berat (12:3-4; 13:3). Selain menghadapi tantangan dari luar, jemaat juga berjuang melawan kelemahan rohani. Penulis menunjukkan
ketersendatan pertumbuhan iman mereka. Mereka seharusnya sudah menjadi guru, tetapi rohani mereka masih saja belum dewasa (5:12-14). Sebagian jemaat juga mungkin telah patah arang dalam iman mereka karena penganiayaan (12:5, 12). Lebih parah lagi, sebagian di antara mereka mengalami kemunduran  iman dan mungkin pada akhirnya meninggalkan iman mereka (2:1; 3:12-13; 5:11; 6:12; 10:25).

Tetapi penulis tidak bermaksud untuk menegur jemaat, karena secara

umum ia mempunyai pandangan yang positif pada mereka (6:9- 10). Ia juga tidak berusaha menengahi masalah-masalah tertentu yang dihadapi jemaat. Sebaliknya, ia mengarahkan perhatian mereka kepada Juru Selamat dan mendesak mereka: “pandanglah kepada Rasul dan Imam Besar yang kita akui, yaitu Yesus” (3:1). Mengenal Yesus Kristus dengan sungguh-sungguh adalah obat bagi segala penyakit rohani dan berfungsi sebagai sumber dorongan orang-orang percaya ketika menghadapi penentangan. Maka Surat Ibrani mengajarkan tentang kemahakuasaan Tuhan kita Yesus Kristus, peran-Nya sebagai Imam Besar, dan juga penderitaan dan ketaatan-Nya. Surat ini menekankan pentingnya berpegang teguh pada Tuhan dan memperingatkan mengenai akibat yang terjadi apabila meninggalkan-Nya. Lalu di bagian akhir, surat ini mendorong jemaat untuk tetap kuat dalam iman dan mengingatkan mereka untuk tetap setia dalam perjalanan iman mereka.

  1. Semantic Content 

Allah Berbicara Kepada Anak Pada Zaman Ini

Allah menyampaikan sewaktu-waktu pada masa lampau dan sudah selesai. Tujuan Allah berbicara di dalam Anak. Allah berkata-kata atau menyampaikan pesan kepada Anak supaya Sang Anak menyampaikan kepada kami. Kata ἐλάλησεν (Heb. 1:2 GNT) ini adalah aorist tense yang artinya Allah berbicara pada suatu waktu di masa lampau di dalam Anak. Di dalam Anak artinya semua pesan Allah sudah ada di dalam sang Anak dan sang anak datang menyampaikan atau berbicara kepada manusia. Dia berbicara bukan dari atas tapi dia jadi manusia memakai tubuh daging dan lalu berbicara kepada kami dengan bahasa yang kami mengerti. Analisis: Cyril menjelaskan sang anak memakai tubuh dan menjadi manusia supaya bisa menyampaikan pesan dari Allah atau supaya bisa mengajar atau menyampaikan rencana Allah kepada kami. 

Sejak awal Allah sudah berulang kali berbicara kepada nenek moyang kita. Dia menyampaikan pesan-pesan-Nya melalui para nabi dengan berbagai cara. Tetapi sekarang di masa terakhir dari zaman ini. Allah sudah berbicara kepada kita melalui Anak-Nya sendiri. Dulu sekali Allah sudah menetapkan Anak-Nya itu untuk memiliki segala sesuatu, lalu Dia menciptakan segala sesuatu yang ada di Langit dan di bumi ini melalui pekerjaan Anak-Nya. Anak-Nya itu mencerminkan segala kemuliaan Allah, dan Dia adalah gambar yang nyata dan yang sesungguhnya dari keberadaan Allah. Melalui perintah-Nya yang penuh kuasa, AnakNya itu mengatur supaya semua yang diciptakanNya masih tetap berlangsung. Sesudah Dia mati untuk membersihkan kita dari dosa-dosa kita, Dia kembali ke surga di mana Dia duduk di tempat yang paling terhormat di dekat Allah Yang Mahamulia yaitu di sebelah kanan-Nya. Dengan demikian, jelaslah bahwa kedudukan yang diberikan kepada Anak-Nya itu jauh lebih tinggi daripada kedudukan malaikat mana pun.

Anak Allah telah diwahyukan dalam Perjanjian Lama bahwa Dia adalah Allah sendiri, dan dalam Perjanjian Baru Ia telah nyata. Ia sendiri telah berfirman, berbicara secara langsung kepada manusia. Inilah Wahyu yang sempurna di dalam Anak Allah. Allah menciptakan segala sesuatu ada mulanya (Yohanes 1:3) sebab di dalam Dia telah diciptakan segala sesuatu (Kolose 1:16) Anak Allah bukan pilihan dirinya melainkan Dia sudah menjadi ketetapan (1 Petrus 20). John Chrysostom menjelaskan bahwa dalam ungkapannya, Di masa lampau, dan ini, Di akhir zaman, membayangi beberapa makna lain: bahwa ketika waktu yang lama telah berlalu, ketika kita berada di ujung penghukuman, ketika karunia-karunia telah gagal, ketika tidak ada pengharapan akan kelepasan, ketika kita berharap untuk memiliki lebih sedikit dari semuanya maka kita telah memiliki lebih banyak. Jadi, kedatangan Allah ke dunia bukanlah hal yang baru diinginkan, justru ini dikerjakan sejak lama dan juga adalah sesuatu ketetapan dari mulanya. Chrysostom mengatakan bahwa pada akhir zaman ini Ia telah berbicara juga kepada kita melalui Anak. Chrysostom melanjutkan bahwa, Allah tidak mengatakan bahwa Kristus (Sang Anak) yang berbicara, walaupun pada akhirnya Sang Anaklah yang berbicara. Apa maksudnya? Karena manusia belum siap untuk mendengarkan Dia (Sang Anak). Keberadaan Allah pada dasarnya tidak bergantung pada zaman, oleh sebab itu zaman tidak mengenal Allah. Jadi Allah berbicara dengan berbagai cara dan waktu para leluhur, dan para nabi, dan puncaknya adalah Sang Anak. 

“Setelah… Allah… berbicara” “Allah” tidak disebut terdahulu (dikedepankan) dalam kalimat Bahasa Yunani; oleh karena itu, naskah ini tidak menekankan doktrin perwahyuan, namun bagaimana cara perwahyuan di masa lalu (aorist active participle). “dengan perantaraan nabi-nabi” Orang Yahudi percaya bahwa nabi-nabilah yang menulis kitab suci. Inilah sebabnya Musa dianggap sebagai seorang nabi (lih. Ul 18:15) dan mengapa orang Yahudi menyebut buku-buku sejarah mulai dari Yosua sampai Raja-raja sebagai “nabi-nabi terdahulu.” Oleh karenanya, frasa ini tidak menunjuk pada nabi-nabi PL saja, namun kepada semua para penulis PL. Frasa “dengan perantaraan nabi-nabi” (ay 1) berparalel dengan dengan perantaraan AnakNya” (v.2). Ada suatu kontras yang jelas antara dua alat perwahyuan ini. Yang pertama adalah seorang hamba dan yang lain adalah anggota keluarga. Yang pertama hanya bersifat parsial namun yang kedua adalah penuh dan lengkap (lih. Kol 1:15-17).

Di akhir dari zaman akhir adalah “hari Tuhan” (yaitu “penyempurnaan,” Mat 13:39,40; 24:3; 28:20; Ibr 9:26). Orang Yahudi dalam periode antar alkitab melihat dua jaman: jaman dosa dan pemberontakan sekarang yang jahat (yang dimulai dari Kejadian 3) dan jaman kebenaran yang akan datang yang diresmikan oleh kedatangan Mesias dalam kuasa Roh. PL menekankan kedatangan Mesias dalam penghakiman dan kuasa untuk mendirikan jaman baru. Namun demikian gagal melihat secara jelas kedatangan pertama Yesus sebagai “Hamba yang Menderita” dalam Yesaya 53; Dia yang merendahkan diri yang mengendarai anak keledai dalam Zak 9:9; dan Yang tertikam dari Zak 12:10. Dari perwahyuan progresif PB kita mengetahui bahwa Allah merencanakan dua kedatangan Mesias. Periode di antara Inkarnasi (kedatangan pertama) dengan kedatangan kedua mencakup ketumpang-tindihan kedua jaman Yahudi ini. Hal ini ditnjukkan dalam PB melalui frasa “hari-hari terakhir.” Kita telah berada di dalam periode ini selama lebih dari 2000 tahun.

Paulus yang terberkati, menulis kepada orang-orang Roma, mengatakan, “Sejauh saya adalah Rasul bangsa-bangsa lain, saya memperbesar jabatan saya: jika dengan cara apa pun saya dapat memprovokasi untuk meniru mereka yang adalah daging saya”: dan lagi, di tempat lain, “Karena Dia yang bekerja dengan efektif dalam diri Petrus untuk kerasulan sunat, yang sama kuat dalam diri saya terhadap orang-orang bukan Yahudi.” Karena itu, jika dia adalah Rasul bangsa-bangsa lain, (karena juga dalam Kisah Para Rasul, Allah berkata kepadanya, “Pergilah; karena aku akan mengirimmu jauh ke bangsa-bangsa lain,” apa hubungannya dengan orang Ibrani? Dan mengapa dia juga menulis Surat kepada mereka? Dan terutama karena selain itu, mereka tidak menyukai dia, dan ini dapat dilihat dari banyak tempat. Karena dengarlah apa yang Yakobus katakan kepadanya, “Engkau lihat, saudara, berapa ribu orang Yahudi di sana yang percaya dan ini semua telah diberitahu tentang Anda bahwa Anda mengajar orang untuk meninggalkan hukum.” Dan seringkali dia memiliki banyak perselisihan tentang hal ini. Oleh karena itu, orang mungkin bertanya, karena dia sangat terpelajar dalam hukum (karena dia diajari dalam hukum di kaki Gamaliel, dan memiliki semangat yang besar dalam hal ini, dan terutama mampu membingungkan mereka dalam hal ini)–mengapa Allah tidak mengutus dia kepada orang-orang Yahudi? “Karena mereka tidak akan menahanmu,” Tuhan berfirman kepadanya, “Tetapi pergilah jauh-jauh ke bangsa-bangsa lain, karena mereka tidak akan menerima kesaksianmu tentang aku.”

Diterbitkan oleh windadianhartatizebua

Cari tahu

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: